Breaking News

BERITA UTAMA

Showing posts with label komunitas. Show all posts
Showing posts with label komunitas. Show all posts

Jurnalis Bali Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan dan 3 Awak Kapal yang Hilang Kontak saat Liput Gunung Anak Krakatau

 

Wargarakyat.com Viral 

Denpasar - Sejumlah jurnalis di Bali menggelar aksi doa bersama untuk lima wartawan dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Senin (7/9/2026).


Aksi yang digelar di depan monumen Bajra Sandhi, Denpasar, Minggu (13/9/2026), ini diinisiasi oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) Denpasar serta melibatkan sejumlah organisasi pers dan media seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar, Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bali, Perhimpunan Jurnalis Nusa Tenggara Timur (PENA NTT), dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali.


"Kami semua berharapan agar besok pada hari ketujuh bisa ditemukan atau bisa ada hasil yang lebih baik dengan doa-doa yang kita panjatkan hari ini," kata Ketua PFI Denpasar, Dicky Bisinglasi.


Dicky berharap dengan doa bersama ini dapat menghasilkan titik terang di pencarian hari ketujuh dan seterusnya. Sesuai aturan Undang-Undang Nomor 29 tahun 2014, operasi SAR berlangsung selama tujuh hari, semenjak ditunjuknya SMC (Search and Rescue Mission Coordinator), dan berpotensi diperpanjang dengan alasan kemanusiaan.


Dia menyampaikan bahwa semua wartawan yang hilang kontak merupakan senior-senior yang dia yakini sangat paham tentang resiko dan mitigasi saat meliput sebuah bencana.


"Namun rupanya naas menghampiri, entah apa yang terjadi. Mereka-mereka ini juga bukan orang baru, mereka adalah senior-senior saya. Saya pribadi kenal empat dari kelima orang itu," ungkap Dicky.


Dicky berharap tim SAR mendapatkan tanda-tanda keberadaan lima wartawan dan tiga awak kapal. "Sehingga harapan kita semua dengan adanya doa hari ini, dapat mempermudah pencarian tim rescue dan membuahkan hasil," tandasnya.


Aksi ini juga diisi dengan pembacaan puisi dari Denpasastra oleh Pranita Dewi dengan judul "Kabar dari Laut". Kemudian, dilanjutkan puisi dari Moch Satrio Welang dengan judul "Anak Yang Memeluk Matahari". Sebanyak 50 lebih jurnalis lintas organisasi profesi dan media turut berpartisipasi dalam aksi ini.


Lima wartawan tersebut adalah Muhammad Bagus Khoirunnas sebagai fotografer Antara Biro Banten, Arie Basuki sebagai fotografer Merdeka.com, Yudistiro Pranoto sebagai fotografer iNews.id, Firdaus Wajidi sebagai videografer Anadolu Agency, dan Donal Husni sebagai wartawan visual lepas.


Empat dari lima wartawan visual tersebut merupakan anggota PFI dari Jakarta dan Tangerang. Sedangkan, tiga awak kapal yang bersama mereka adalah Warta sebagai nahkoda, Surakman sebagai ABK, dan Heritanto sebagai pemandu. Istimewa 


Foto-foto: Anggara Mahendra - PFI Denpasar

Read more ...

Indonesia-AS Perluas Kerja Sama Digital, Meutya Hafid: Kedaulatan dan Perlindungan Masyarakat Jadi Prioritas

 

Wargarakyat.com Viral



Menkomdigi Meutya Hafid didampingi Sekjen Ismail dan Dirjen Ekosistem Digital Edwin Hidayat melakukan pertemuan dengan Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar AS untuk Indonesia Joy M. Sakurai di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (08/09/2026). Foto: Anhar/Komdigi



Indonesia membuka ruang lebih luas bagi kerja sama teknologi dengan Amerika Serikat, mulai dari pengembangan kecerdasan artifisial (AI) hingga pelindungan anak di ruang digital.


Pemerintah memastikan penerapan teknologi dan kerja sama dengan industri global tetap mengikuti kepentingan nasional serta memberikan manfaat dan perlindungan bagi masyarakat.


Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan keterbukaan Indonesia terhadap teknologi global harus berjalan bersama dengan kepastian aturan dan tanggung jawab terhadap masyarakat.


“Teknologi harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kerja sama dan penerapannya harus tetap berada dalam kerangka kepentingan nasional, termasuk memastikan masyarakat mendapatkan ruang digital yang aman,” ujar Meutya dalam pertemuan dengan Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joy Sakurai di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (08/09/2026).


Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Amerika Serikat membahas sejumlah agenda digital, termasuk pengembangan AI serta kebijakan pelindungan anak di ruang digital.


Di bidang AI, Meutya menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan kerangka tata kelola yang mengatur pengembangan dan pemanfaatan AI berdasarkan tingkat risiko. Pemerintah ingin inovasi tetap berkembang, tetapi masyarakat memiliki kepastian mengenai keamanan dan penggunaan teknologi tersebut.


“Peta jalan AI disusun untuk melengkapi tingkat adopsi kecerdasan artifisial yang sangat tinggi di Indonesia, terutama di kalangan generasi muda. Kami menghadirkan regulasi berbasis risiko bukan untuk menghambat inovasi, melainkan membangun rasa aman dan kepercayaan publik terhadap teknologi,” tegas Meutya.


Pemerintah juga menyiapkan kerangka Responsible AI dengan klasifikasi berdasarkan tingkat risiko, mulai dari risiko yang tidak dapat ditoleransi, risiko tinggi, hingga risiko rendah. Penerapannya akan disesuaikan dengan karakteristik setiap sektor melalui regulasi sektoral.


Selain pengembangan AI, Indonesia dan Amerika Serikat membahas pelindungan anak di ruang digital. Pemerintah menerapkan pendekatan berbasis risiko dan usia, bukan pemblokiran total terhadap akses anak ke ruang digital.


Meutya mengatakan pemerintah membatasi kepemilikan akun mandiri berdasarkan tingkat risiko platform. Platform berisiko tinggi ditujukan untuk pengguna berusia 16 tahun ke atas, sedangkan platform dengan risiko lebih rendah memiliki batas usia 13 tahun.


“Kami membatasi akses mandiri hingga usia 16 tahun untuk platform digital berisiko tinggi dan usia 13 tahun untuk risiko rendah. Kami mendorong perusahaan teknologi besar mengubah desain produk mereka agar ramah anak, membatasi durasi layar, serta menutup akses obrolan dengan orang asing tanpa persetujuan orang tua,” tambah Meutya.


Pihak Amerika Serikat menyambut langkah Indonesia dalam tata kelola digital dan menawarkan kerja sama melalui AI Export Center di San Francisco, dukungan tenaga ahli, serta asistensi implementasi AI bagi instansi pemerintah.


Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia memastikan keterbukaan terhadap perkembangan teknologi tetap berjalan bersama kepastian regulasi, perlindungan infrastruktur strategis, dan perlindungan masyarakat.


Bagi pemerintah, kedaulatan digital tidak berarti menutup diri dari teknologi global. Kedaulatan diwujudkan dengan memastikan Indonesia tetap memiliki kendali atas aturan, penerapan teknologi, perlindungan infrastruktur, dan kepentingan masyarakat yang menjadi penerima manfaat utama transformasi digital.



Read more ...

HUT ke-14 IWO Nasional dan 1 Tahun IWO Bali, Pers Online Teguhkan Peran Mengawal Pembangunan Indonesia

 


Wargarakyat.com Bali

DENPASAR – Ikatan Wartawan Online (IWO) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 yang dirangkaikan dengan peringatan HUT pertama IWO Provinsi Bali. Perayaan yang mengusung tema “Peran Pers Mengawal Pembangunan Bali” tersebut berlangsung di Aula Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Minggu (30/8/2026).


Momentum peringatan ini tidak hanya menjadi perayaan perjalanan organisasi, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi insan pers online mengenai posisi dan tanggung jawab media di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi serta dinamika pembangunan Bali.


Rangkaian kegiatan diisi dengan seremoni HUT, lomba karya jurnalistik tingkat kampus, dialog publik bertajuk “Meneropong Bali dari Sudut yang Berbeda”, hingga kegiatan sosial berupa penyerahan bantuan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu.


Acara tersebut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster yang juga menjabat Ketua Dewan Kehormatan IWO Bali, Direktur PT Jamkrida Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana, Kasatpol PP Provinsi Bali, Ketua Bawaslu Provinsi Bali, perwakilan BNN Provinsi Bali, Ketua KPU Provinsi Bali, serta unsur organisasi perusahaan pers seperti JMSI dan SMSI. Turut hadir jajaran pengurus dan anggota IWO Bali serta sejumlah undangan lainnya.


Ketua Panitia HUT IWO Bali, I Wayan Agus Pebriana, mengatakan peringatan HUT ke-14 IWO secara nasional dan satu tahun perjalanan IWO Bali menjadi momentum penting untuk melakukan konsolidasi dan memperkuat arah organisasi.


Menurutnya, bertambahnya usia organisasi tidak sekadar dimaknai sebagai perjalanan waktu, melainkan kesempatan untuk melakukan reposisi gerakan serta memperkuat praktik jurnalistik yang profesional, bersih dan bertanggung jawab.


“Momentum ulang tahun ini tidak hanya kami maknai sebagai pertambahan usia. Kami juga memaknainya sebagai momentum untuk melakukan konsolidasi organisasi, reposisi gerakan, termasuk memastikan proses pers dijalankan dengan benar dan bersih,” ujarnya.


Ia mengatakan tema “Peran Pers Mengawal Pembangunan Bali” dipilih karena pembangunan tidak hanya berkaitan dengan kebijakan pemerintah dan penggunaan anggaran.


Menurutnya, proses pembangunan juga membutuhkan penyebaran informasi yang benar kepada masyarakat. Karena itu, pers memiliki posisi strategis untuk memastikan informasi disampaikan secara berimbang, objektif, bertanggung jawab dan berpihak pada kepentingan publik.


Untuk mengimplementasikan tema tersebut, IWO Bali menggelar sejumlah kegiatan. Salah satunya lomba karya jurnalistik tingkat kampus yang bertujuan membuka ruang regenerasi bagi mahasiswa serta mencari potensi calon insan pers masa depan.


“Kami sengaja mengadakan lomba karya jurnalistik tingkat kampus sebagai bagian dari proses regenerasi. Kami ingin mencari potensi mahasiswa yang nantinya tertarik dan ingin berkecimpung dalam ekosistem pers,” katanya.


Selain itu, IWO Bali juga menggelar dialog publik dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan perspektif dan masukan konstruktif mengenai berbagai persoalan serta arah pembangunan Bali.


Rangkaian HUT juga diisi kegiatan sosial dengan memberikan bantuan kepada 15 anak yang membutuhkan dukungan. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial IWO Bali dalam memperingati hari jadinya.


Pebriana mengatakan seluruh kegiatan dapat terlaksana melalui semangat gotong royong dan dukungan berbagai pihak, mulai dari instansi, perusahaan hingga dukungan personal.


Ia juga menyampaikan bahwa hasil penggalangan dana kegiatan menyisakan surplus yang direncanakan untuk meningkatkan kapasitas anggota IWO Bali serta mendukung kebutuhan organisasi ke depan.


Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah keberadaan sekretariat sebagai tempat berkumpul dan menjalankan aktivitas organisasi.


Sementara itu, Ketua IWO Bali Tri Widiyanti mengatakan perjalanan satu tahun IWO Bali menjadi awal bagi organisasi untuk terus bertumbuh dan memperkuat peran media online di Pulau Dewata.


Ia mengatakan, dalam perayaan HUT tersebut IWO Bali telah menyelenggarakan lomba karya jurnalistik dan memberikan penghargaan kepada lima karya terbaik.


Selain itu, dialog publik bertajuk “Meneropong Bali dari Sudut yang Berbeda” diharapkan dapat menjadi ruang untuk melihat berbagai persoalan Bali dengan perspektif yang lebih luas.


Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi Bali saat ini yang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan lingkungan, sampah, pembangunan hingga masa depan sektor pariwisata dan perekonomian.


IWO Bali, kata Tri Widiyanti, secara konsisten menempatkan kepentingan publik sebagai pijakan utama dalam menjalankan kerja jurnalistik.


“Apapun persoalannya, kami berusaha berpihak kepada kepentingan publik dan masyarakat. Segala masukan maupun pendapat masyarakat penting untuk menjadi perhatian,” katanya.


Ia menegaskan, peran pers tidak hanya sebatas melaporkan peristiwa yang terjadi pada hari ini. Media juga harus mampu melihat dan mengkritisi arah pembangunan, serta mempertanyakan masa depan Bali.


“Pers bukan hanya meliput apa yang terjadi saat ini, tetapi juga melihat bagaimana Bali ini akan dibawa ke depan,” ujarnya.


Menurut Tri Widiyanti, pemberitaan terhadap berbagai persoalan yang muncul di Bali, termasuk fenomena yang menjadi perhatian publik di sektor pariwisata, tidak seharusnya selalu dimaknai sebagai upaya menjatuhkan citra Bali.


Justru, kritik dan informasi yang disampaikan secara objektif harus dipahami sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran publik dan mendorong perbaikan.


“Yang kami sampaikan kepada publik bukan semata-mata untuk merusak citra pariwisata Bali. Kami ingin memberikan informasi yang jelas dan membangun pemahaman tentang apa yang harus diperbaiki agar Bali bisa melangkah lebih baik,” katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan perkembangan media online merupakan konsekuensi dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat.


Menurut Koster, media online kini memiliki posisi strategis karena mampu menyampaikan informasi secara cepat hingga menjangkau masyarakat secara luas.


Ia menilai kehadiran organisasi wartawan online menjadi bagian dari perkembangan ekosistem informasi yang harus dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan bangsa, negara dan daerah.


“Saya sangat memahami keberadaan Ikatan Wartawan Online sebagai respons terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang sangat cepat. Dulu kita mengenal media konvensional, sekarang media online berkembang sangat pesat,” ujarnya.


Koster mengatakan media memiliki peran penting sebagai wahana interaksi antara pemerintah, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.


Karena itu, menurutnya, pers harus tetap menjunjung tinggi etika jurnalistik, objektivitas, keberimbangan serta keberanian dalam menyampaikan fakta.


Media, kata Koster, harus mampu menjalankan fungsi kontrol sosial secara natural tanpa harus menjadi bagian dari perangkat pemerintah.


Ia menegaskan IWO tidak perlu kehilangan independensi hanya karena dirinya menjadi Ketua Dewan Kehormatan organisasi tersebut.


“Tidak berarti IWO harus menjadi seperti perangkat daerah pemerintah provinsi. Tidak perlu seperti itu. Natural saja. Bekerja menurut sistem yang dimiliki. Apa yang terjadi, sampaikan. Harus berani mengatakan apa adanya,” tegasnya.


Koster juga meminta media untuk tidak hanya menyampaikan persoalan negatif, tetapi juga memberikan ruang terhadap berbagai capaian dan perkembangan positif yang terjadi di masyarakat.


Menurutnya, keberimbangan informasi penting sebagai bagian dari pencerdasan publik.


Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng itu bahkan mengakui bahwa dirinya banyak memperoleh informasi mengenai berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat melalui pemberitaan media online.


Kecepatan penyampaian informasi menjadi salah satu keunggulan media digital dibandingkan media konvensional.


“Saya banyak mengetahui perkembangan di masyarakat justru dari media. Terutama media online karena cepat. Saya bisa cepat tahu apa yang terjadi di berbagai daerah di Bali,” katanya.


Koster mengungkapkan, berbagai informasi yang diperoleh dari pemberitaan media kerap langsung ditindaklanjuti dengan menghubungi perangkat daerah maupun kepala daerah terkait.


Ia bahkan secara terbuka mengkritik pola birokrasi yang menurutnya masih belum sepenuhnya mampu beradaptasi dengan kebutuhan respons cepat di era digital.


“Dunia sekarang sudah berubah. Cara berkomunikasi berubah. Cara melapor kepada pimpinan juga harus berubah. Masyarakat sekarang dengan media ingin mendapatkan respons yang cepat,” ujarnya.


Menurut Koster, birokrasi tidak boleh lagi hanya mengandalkan mekanisme pelaporan yang panjang ketika menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan segera.


Dalam konteks inilah, media memiliki peran penting sebagai salah satu sumber informasi cepat bagi pemerintah untuk mengetahui persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.


Lebih jauh, Koster berharap IWO Bali dapat mengambil peran dalam mengawal arah pembangunan Bali yang telah dituangkan dalam Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun 2025–2125.


Menurutnya, masyarakat perlu memahami secara bersama-sama arah Bali ke depan agar pembangunan tidak hanya dipahami dalam konteks kepentingan jangka pendek.


Ia mengatakan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun menjadi pedoman dalam merancang masa depan Pulau Dewata dengan memperhatikan seluruh aspek kehidupan dan keberlanjutan alam.


“Bali ini harus dipikirkan bukan hanya untuk hidup hari ini, tetapi juga untuk kehidupan ke depan. Postur, kualitas dan daya saing Bali ke depan harus dipikirkan sejak sekarang,” katanya.


Salah satu persoalan strategis yang menjadi perhatian Koster adalah ketahanan energi Bali.


Dalam arah pembangunan ke depan, Koster menegaskan Bali harus mampu memperkuat kemandirian energi sekaligus mendorong penggunaan energi bersih.


Menurutnya, kebutuhan listrik Bali terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, ekonomi, pariwisata dan aktivitas masyarakat.


Ia mengingatkan bahwa ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar Bali memiliki risiko yang harus diperhitungkan secara serius.


Koster menyebut Bali saat ini masih mendapatkan sebagian pasokan listrik melalui sistem kabel bawah laut Jawa-Bali.


Ketergantungan tersebut, menurutnya, memiliki sejumlah risiko, mulai dari gangguan alam hingga persoalan teknis yang dapat menyebabkan terganggunya pasokan listrik.


“Bali harus mandiri energi dan menggunakan energi bersih. Mandiri bukan berarti harus seratus persen, tetapi kebutuhan Bali harus bisa dipenuhi oleh pembangkit yang ada di Bali,” tegasnya.


Ia menilai ketahanan energi telah menjadi kebutuhan mendasar bagi kehidupan masyarakat modern.


Hampir seluruh aktivitas masyarakat saat ini bergantung pada listrik, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga aktivitas ekonomi dan industri pariwisata.


Karena itu, gangguan pasokan listrik dapat memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat maupun citra Bali sebagai destinasi pariwisata dunia.


Koster mengatakan kebijakan pembangunan energi Bali harus diarahkan pada sistem yang aman dengan tingkat risiko serendah mungkin.


Selain kemandirian, penggunaan energi bersih juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan Bali.


Menurutnya, pembangunan Bali harus selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal yang menempatkan alam sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia.


“Alam Bali harus bersih. Ini bukan hanya perintah pemimpin atau aturan, tetapi juga nilai dan kearifan yang diwariskan oleh leluhur Bali,” katanya.


Perayaan HUT ke-14 IWO dan satu tahun IWO Bali pun menjadi lebih dari sekadar seremoni organisasi.


Di tengah perubahan lanskap media yang semakin cepat, IWO Bali diharapkan mampu memperkuat profesionalisme, menjaga independensi dan tetap menjadi ruang penyampai informasi publik.


Dengan tema “Peran Pers Mengawal Pembangunan Bali”, insan pers diharapkan tidak hanya menjadi pencatat perjalanan pembangunan, tetapi juga menjadi mata dan telinga masyarakat dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai kepentingan publik.


Melalui pemberitaan yang kritis, objektif, berimbang dan bertanggung jawab, pers memiliki peran strategis dalam menghubungk

an masyarakat dengan pemerintah sekaligus mengawal arah Bali menuju masa depan yang lebih berkualitas, berdaya saing dan berkelanjutan.

Read more ...

Ketua Swarawita Apresiasi Aksi Sosial C3Reach North Kuta di Renon

 

Wargarakyat.com Bali

DENPASAR – Ketua media @swarawita mengapresiasi komunitas @c3reachnorthkuta yang telah menggelar aksi sosial berupa pembagian makanan dan minuman gratis bagi masyarakat yang membutuhkan. Aksi bakti sosial tersebut berlangsung di Lapangan Renon, Denpasar, Bali, pada Sabtu (29/8/2026), pukul 11.00 WITA.

Penerima manfaat dari kegiatan ini meliputi tukang sapu jalanan, pedagang, dan warga lainnya yang membutuhkan. Ketua media @swarawita menilai kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial yang patut diteladani. Menurutnya, aksi berbagi seperti ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.

Pihak @swarawita berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menginspirasi komunitas lain untuk berbuat kebaikan. Apa yang dilakukan @c3reachnorthkuta dinilai memberi manfaat nyata bagi sesama dan memperkuat rasa kebersamaan di masyarakat. Ke depan, sinergi antara media, komunitas, dan masyarakat diharapkan semakin erat demi kesejahteraan bersama. Istimewa 

Read more ...

Film "Ayah, aku mau cerita..." Hadirkan Penyampaian Emosional yang Otentik

 

Wargarakyat.com Bali

Sebuah film berjudul "Ayah, aku mau cerita..." resmi diluncurkan dan telah menarik perhatian penonton sejak penayangan perdananya. Film yang digarap oleh sutradara Danial Rifki ini mengusung tema kekeluargaan yang hangat dan menyentuh, sebagaimana tergambar dari judulnya yang menggambarkan sebuah percakapan antara seorang anak dan ayahnya. Film ini dirancang untuk menyampaikan pesan emosional secara ringkas namun bermakna.



Secara visual, film ini menghadirkan suasana yang sangat khas dan nostalgia. Latar belakang berupa kertas cokelat yang kusut dan bertekstur memberikan kesan tua dan rustic, seolah membawa penonton kembali ke masa lalu yang penuh kenangan. Pemilihan tipografi tulisan tangan yang besar dengan tinta hitam pada judul semakin memperkuat nuansa personal dan otentik dari karya ini, seolah sang sutradara ingin menyampaikan ceritanya secara langsung dari hati ke hati kepada setiap penontonnya.


Kehadiran "Ayah, aku mau cerita..." menambah daftar karya film lokal yang semakin kaya dan beragam. Di tengah tren industri perfilman yang kerap menonjolkan kemewahan visual, Rifki justru memilih pendekatan sederhana namun mendalam berfokus pada kekuatan narasi dan keintiman emosi. Film ini menjadi bukti bahwa sebuah kisah yang tulus dan dibungkus dengan presentasi artistik yang unik mampu menyentuh banyak orang, sekaligus menjadi penanda bahwa sinema pendek Indonesia terus bertumbuh dan berkarya. Istimewa 

Read more ...

Pray For Flores: Solidaritas Jurnalis Bali Sukses Galang Dana di Pusat Kota Denpasar

 


Wargarakyat.com, Bali---Solidaritas Jurnalis Bali (SJB) kembali menjalankan misi kemanusiaan berupa penggalangan dana untuk korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (23/8/2026) pagi. 


Penggalangan dana kali ini berlangsung ini di kawasan Car Free Day (CFD) Renon, Denpasar, dengan melibatkan musisi Regae asal Bali, Anak Agung Junni Antara atau bisa dipanggil Joni Agung.


Sebelumnya, Sabtu (22/8/26) Solidaritas Jurnalis Bali (SJB) telah melakukan hal serupa di, Jalan. Dewi Sri–Nakula, Kuta, Badung, Bali, dan berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp. 5.780.000.


Dalam aksi ini, para jurnalis berkeliling membawa kotak sumbangan bertuliskan "Pray For Flores". Warga yang sedang berolahraga, memiliki hajatan, hingga penyandang disabilitas turut antusias berdonasi.


Tampak, suasana aksi penggalangan dana ini semakin meriah ketika Joni Agung menyanyikan lagu-lagu hitsnya seperti "Ngalih Liang", "Iri Ci", dan "Berdanska". Tidak hanya bernyanyi seorang diri, ia juga mengajak masyarakat yang hadir untuk bernyanyi bersama atau berkaraoke demi meramaikan kegiatan amal tersebut.


Koordinator Aksi Solidaritas Jurnalis Bali untuk Gempa Flores, Marsellus N. Pampur, dalam kesempatan ini mengatakan aksi penggalangan dana di CFD hari ini berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp . 3.112.000.


“Terima kasih sebesar-besarnya kepada teman-teman yang sudah mau bersusah payah terlibat dalam aksi sosial ini. Tetap kompak,” ujar Marsellus.


Menurutnya, aksi tersebut tidak hanya mendapat dukungan dari kalangan jurnalis. Masyarakat yang

berolahraga di kawasan CFD ini juga menunjukkan kepedulian dengan memberikan donasi.


Ia menyatakan, donasi hari ke dua ini menyasar masyarakat yang sedang menikmati waktu akhir pekan di kawasan Car Free Day (CFD). 


“Ternyata masyarakat Bali memiliki kepedulian yang besar terhadap peristiwa itu. Buktinya kepedulian itu datang dari berbagai lapisan masyarakat," katanya.


Hal tersebut, kata Dia, tampak masyarakat yang sedang berolahraga terlihat memberikan uang secara sukarela. Marsellus, berharap donasi yang terkumpul dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Flores yang terdampak bencana gempa.


“Kami berharap donasi yang diberikan masyarakat Bali bisa meringankan beban yang dialami oleh masyarakat di Flores, NTT,” tandasnya. 


Sementara itu, musisi asal Sanur Joni Agung menyampaikan dukungannya terhadap gerakan sosial untuk membantu warga NTT yang tertimpa musibah. Harapannya, warga di sana bisa berangsur-angsur melepas trauma pascabencana.


"Jadi semua teman-teman di Bali juga sudah bergerak bersama-sama juga datang," ucap musisi asal Sanur ini.


Menanggapi maraknya bencana alam di Indonesia saat ini, seperti gempa hingga kebakaran hutan, Joni berpesan agar manusia tidak sengaja melakukan pembakaran atau merusak alam. 


"Jadi kita enggak usah menduga-duga kalau bencana alam, karena itu kan alam ya. Jadi semua akan pernah terjadi. Kalau di Bali kan Tsunami kecil, perlina semua terjadi, kerusakan. Yang penting kita semua menyadari kita bekerja sama, sama-sama saling membantu, itu yang paling penting," imbuh Joni Agung.


Joni Agung juga mengajak masyarakat untuk tidak memandang perbedaan, sebab para korban musibah adalah saudara satu tanah air.


 "Ya, kita sering mengedukasi, kita kan di Indonesia ini kita sudah ada semuanya, jadi timur, utara, semua sama. Jadi kalau teman-teman saudara kita ada musibah, kita saling ya bahu-membahu membantu semua," pesan Joni.


Sebagai seorang musisi, Joni dikenal aktif terlibat dalam berbagai aksi kemanusiaan dan bersedia tampil tanpa bayaran. Selain sibuk berkarya, ia juga memiliki yayasan bernama Temanmu Peduli Bangsa.


 "Teman-teman juga sekarang lagi ada tergabung monitoring mangrove juga untuk alam. Juga kita juga sudah buka donasi untuk bencana-bencana. Jadi semuanya kerja saling kolaborasi lah kita," tutupnya. Istimewa 

Read more ...
Copyright (C) 2026 WARGARAKYAT.COM All Right Reserved Published | Templates