Breaking News

BERITA UTAMA

Showing posts with label masyarakat. Show all posts
Showing posts with label masyarakat. Show all posts

Direktorat Intelkam Polda Bali Mengimbau Pengelola Hunian Aktif Melaporkan Data Tamu WNA melalui Cakrawasi dan APOA

 

Denpasar Bali — Dir Intelkam Polda Bali melalui PS. Kasubdit IV Kamneg Direktorat Intelkam Polda Bali Kompol Ni Luh Komang Sri Subakti,S.H.,M.H yabng mengawaki pengawasan OA melalui Website Cakrawasi menyerukan kepada seluruh pengelola hunian di Bali agar proaktif menginput data tamu, khususnya warga negara asing (WNA), ke dalam sistem Cakrawasi dan Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA).


Seruan tersebut disampaikan mengingat masih terdapat WNA yang berada di wilayah Bali namun belum terdata dalam kedua sistem tersebut, sehingga menyulitkan aparat dalam melakukan pengawasan dan pendataan terhadap keberadaan serta aktivitas orang asing di wilayah Bali.


Menurut Beliau, pihaknya memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi setiap hunian yang menerima tamu WNA untuk memberikan data keberadaan mereka melalui link website Cakrawasi www.cakrawasibali.com. Ia menekankan bahwa ketidaklengkapan data tersebut menjadi kendala serius dalam pengawasan, terutama karena Bali sangat bergantung pada sektor pariwisata sehingga aspek keamanan dan kenyamanan wisatawan maupun masyarakat setempat harus dijaga bersama.

Beliau mencontohkan sejumlah kasus menonjol yang melibatkan WNA, baik sebagai pelaku maupun korban tindak pidana, antara lain kasus kriminalitas, penipuan (scam), hingga pengungkapan laboratorium narkotika yang memanfaatkan celah lemahnya pengawasan terhadap hunian privat.

Menurutnya, berbagai kejadian tersebut salah satunya dipengaruhi oleh masih kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat serta pengelola hunian untuk menyampaikan informasi data keberadaan WNA yang tinggal atau menginap di tempat hunian tersebut kepada petugas melalui website Cakrawasi.

Karena itu, beliau berharap partisipasi aktif seluruh pengelola hunian dapat memperkuat pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas WNA serta mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang, sehingga keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga serta pariwisata Bali dapat berlangsung secara aman, nyaman dan kondusif.

Read more ...

Kecelakaan Dua Sepeda Motor di Jalan MH. Thamrin, Kediri, Tabanan

 

Tabanan, BaliBali – Telah terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor di Jalan MH. Thamrin, Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, pada hari Selasa, 22 September 2026 pukul 17.20 WITA. Insiden tersebut terjadi di jam-jam sibuk sore ketika arus lalu lintas di kawasan tersebut sedang cukup ramai. Hingga berita ini diturunkan, kronologi pasti penyebab kecelakaan belum dapat diketahui secara jelas karena belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang maupun saksi di lokasi kejadian.


Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat seorang ibu bersama anak perempuannya terjatuh akibat kecelakaan tersebut. Selain itu, tampak seorang bapak, seorang ibu, serta anak yang masih berusia balita dalam kondisi menangis, diduga mengalami syok akibat insiden yang terjadi di depan mata mereka. Suasana di lokasi sempat mencekam ketika para korban dan keluarga yang terlibat berusaha menenangkan diri sambil menunggu bantuan datang. Warga sekitar yang berada di lokasi turut memberikan pertolongan awal ketika kejadian ini baru saja berlangsung.


Menanggapi peristiwa tersebut, masyarakat dihimbau untuk selalu berhati-hati saat berkendara di jalan raya. Pengendara diminta untuk tidak terburu-buru, tetap menjaga jarak aman, dan selalu menerapkan prinsip safety riding, seperti memakai helm, mematuhi rambu lalu lintas, serta berkendara sesuai batas kecepatan. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama, sehingga kewaspadaan dan kepatuhan terhadap aturan berkendara menjadi kunci utama untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa di masa mendatang.istimewa 



Read more ...

Viral! Perlengkapan Safety Lengkap Selamatkan Jurnalis dari Tragedi Turunan Ekstrem Tabanan

 

‎TABANAN Bali – Kecelakaan tunggal menimpa salah satu awak media Swarawita saat mengendarai sepeda motor Honda Vario pada Rabu, 16 September 2026, sekitar pukul 15.00 WITA. Peristiwa ini terjadi di area turunan ekstrem dekat Tohjiwa Monkey Bridge, Desa Pandak Bandung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali. Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka ringan dan sepeda motor mengalami kerusakan cukup parah pada bagian stang, starter, spion, rem depan, hingga perbaikan harpun dan kones.

‎Insiden ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur-jalur ekstrem dengan turunan tajam di wilayah pedesaan. Kejadian ini juga menegaskan pentingnya penggunaan perlengkapan berkendara yang lengkap. Penggunaan helm standar, sepatu, serta safety gear lainnya terbukti meminimalkan risiko bahaya fatal dan menekan cedera fisik yang lebih serius saat terjadi benturan.

‎Masyarakat berharap adanya perhatian dan tanggapan cepat dari pemerintah daerah setempat untuk melakukan evaluasi serta perbaikan fasilitas jalan di kawasan tersebut. Peningkatan penerangan, pemasangan rambu peringatan kecelakaan, hingga perbaikan permukaan jalan yang lebih aman sangat dibutuhkan demi keselamatan serta kenyamanan warga umum maupun wisatawan yang melintas. Istimewa 

‎

Read more ...

Bali Wedding Celebrants Bridges Balinese Tradition and International Marriage Law

 

BALIBALI, INDONESIA — Bali Wedding Celebrants (@baliweddingcelebrants), a Bali-based ceremony service specializing in legal weddings, elopements, and vow renewals, continues to establish itself as a trusted name for international couples seeking ceremonies that are both emotionally meaningful and legally binding. Operating from the island of Bali, the service is distinguished by a celebrant with a legal background, allowing couples to experience the warmth of Balinese tradition while benefiting from the precision of proper documentation. The result is a process in which couples can be fully present in the moment, confident that every legal detail has been handled correctly.


The service offers a comprehensive range of ceremonies designed to meet the varied needs of couples from around the world. These include legal wedding ceremonies that are beautiful, fully documented, and officially recognized; intimate elopements designed for two; and vow renewals that allow couples to celebrate and reaffirm their commitment in paradise. In addition, Bali Wedding Celebrants provides legal consultation with expert guidance on marriage documentation and requirements, as well as English-fluent officiating, ensuring that ceremonies are accessible and understandable to every international guest.


According to the company, its appeal rests on four key strengths: legal expertise backed by lawyer association and legal wedding knowledge; fluent English that makes ceremonies heartfelt and accessible; an authentic Balinese atmosphere woven into every celebration; and end-to-end support that guides couples from their first inquiry through to a signed certificate. For more information, couples and media representatives are invited to connect via Instagram at @baliweddingcelebrants or through the official website, balilegalexperts.com. Press materials are available on request, and all images are © Bali Wedding Celebrants.

Read more ...

Dukcapil Kemendagri Perkuat Layanan Kependudukan Digital dan Integrasi Data Nasional

 

Wargarakyat.com Viral


Dirjen Teguh Setyabudi mengatakan, penguatan digitalisasi kependudukan menjadi fokus utama Dukcapil. Hal ini dilakukan dengan terus mendorong percepatan aktivasi IKD melalui berbagai strategi, termasuk program jemput bola di berbagai daerah agar masyarakat makin mudah mengakses layanan publik berbasis digital. (Foto: Dukcapil/Lukman)


Jakarta — Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri terus melakukan percepatan penguatan pelaksanaan urusan kependudukan dan pencatatan sipil di seluruh Indonesia. Hingga pertengahan September 2026, berbagai capaian strategis telah diraih, mulai dari percepatan Digitalisasi Identitas Kependudukan (IKD), perekaman KTP-el, pemadanan data nasional, hingga aksi cepat tanggap di daerah terdampak bencana.  


Dirjen Dukcapil, Teguh Setyabudi, menyampaikan, percepatan aktivasi IKD terus menunjukkan tren positif. Per 14 September 2026, sebanyak 22,48 juta jiwa penduduk Indonesia telah mengaktifkan IKD. Angka ini setara dengan 23,76 persen dari sekitar 94,65 juta jiwa penduduk yang telah memiliki ponsel pintar dan melakukan rekam dinamis KTP-el. "Penguatan digitalisasi kependudukan menjadi fokus utama kami. Kami terus mendorong percepatan aktivasi IKD melalui berbagai strategi, termasuk program jemput bola di berbagai daerah agar masyarakat makin mudah mengakses layanan publik berbasis digital," ujar Teguh Setyabudi.  


Dalam hal perekaman KTP-el, Ditjen Dukcapil mencatat dari total 214.993.060 jiwa wajib KTP, sebanyak 209.088.953 jiwa atau 97,25 persen di antaranya telah melakukan perekaman KTP-el. Sementara, untuk mendukung kelancaran layanan pencetakan, Dukcapil telah melakukan pengadaan 22 juta keping blangko KTP-el pada tahun 2026, di mana posisi ketersediaan per 14 September 2026 masih aman di angka 6.349.890 keping.  


Selain KTP-el, penerbitan dokumen kependudukan lainnya juga mencatatkan angka yang signifikan: Kartu Identitas Anak (KIA): Terbit sebanyak 48.836.852 anak atau 65,05 persen dari target 75.071.848 anak wajib KIA. Untuk Akta Kelahiran (Usia 0–4 tahun): Terbit sebanyak 16.487.826 akta atau 95,94 persen dari target 17.185.864 anak. 


Sedangkan, Akta Kelahiran (Usia 0–17 tahun): Terbit sebanyak 77.585.337 akta atau 96,84 persen dari target 80.120.018 anak. Adapun dokumen pencatatan sipil lainnya tercatat meliputi penerbitan 15.976.583 Akta Kematian; 92.470.823 Akta Perkawinan, dan 3.794.354 Akta Perceraian.  


Pemadanan dan pemanfaatan data kependudukan

Dukcapil juga berhasil menyelenggarakan Pemadanan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Dari total 289.060.513 data jiwa yang diterima, tingkat kepadanan data mencapai 99,91 persen atau sebanyak 289.307.788 jiwa padan.  


Teguh menjelaskan, integrasi dan pemanfaatan data kependudukan nasional kini telah melayani ribuan lembaga pengguna. Secara akumulatif, terdapat 7.780 lembaga pengguna aktif yang menjalin Kerja Sama (PKS), terdiri dari 2.587 lembaga tingkat pusat dan 5.193 lembaga tingkat daerah. "Integrasi data kependudukan antara Dukcapil Pusat dan Daerah sangat krusial untuk memastikan pelayanan publik, bantuan sosial, hingga kebijakan pembangunan berjalan secara real-time, tepat sasaran, aman, serta terlindungi," tegas Teguh.  


Layanan jemput bola di daerah terdampak bencana

Komitmen pelayanan Dukcapil tidak hanya berfokus pada wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat yang tertimpa bencana alam melalui layanan jemput bola dokumen pengganti. Hingga 14 September 2026, tim Dukcapil telah memfasilitasi sebanyak 59.315 layanan penggantian dokumen kependudukan bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera, serta 11.225 layanan bagi korban bencana Gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).  


Melalui berbagai program penguatan seperti Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) dan akselerasi aktivasi IKD, Ditjen Dukcapil Kemendagri berkomitmen penuh menghadirkan pelayanan kependudukan yang prima, cepat, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Dukcapil*



Read more ...

Jurnalis Bali Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan dan 3 Awak Kapal yang Hilang Kontak saat Liput Gunung Anak Krakatau

 

Wargarakyat.com Viral 

Denpasar - Sejumlah jurnalis di Bali menggelar aksi doa bersama untuk lima wartawan dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Senin (7/9/2026).


Aksi yang digelar di depan monumen Bajra Sandhi, Denpasar, Minggu (13/9/2026), ini diinisiasi oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) Denpasar serta melibatkan sejumlah organisasi pers dan media seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar, Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bali, Perhimpunan Jurnalis Nusa Tenggara Timur (PENA NTT), dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali.


"Kami semua berharapan agar besok pada hari ketujuh bisa ditemukan atau bisa ada hasil yang lebih baik dengan doa-doa yang kita panjatkan hari ini," kata Ketua PFI Denpasar, Dicky Bisinglasi.


Dicky berharap dengan doa bersama ini dapat menghasilkan titik terang di pencarian hari ketujuh dan seterusnya. Sesuai aturan Undang-Undang Nomor 29 tahun 2014, operasi SAR berlangsung selama tujuh hari, semenjak ditunjuknya SMC (Search and Rescue Mission Coordinator), dan berpotensi diperpanjang dengan alasan kemanusiaan.


Dia menyampaikan bahwa semua wartawan yang hilang kontak merupakan senior-senior yang dia yakini sangat paham tentang resiko dan mitigasi saat meliput sebuah bencana.


"Namun rupanya naas menghampiri, entah apa yang terjadi. Mereka-mereka ini juga bukan orang baru, mereka adalah senior-senior saya. Saya pribadi kenal empat dari kelima orang itu," ungkap Dicky.


Dicky berharap tim SAR mendapatkan tanda-tanda keberadaan lima wartawan dan tiga awak kapal. "Sehingga harapan kita semua dengan adanya doa hari ini, dapat mempermudah pencarian tim rescue dan membuahkan hasil," tandasnya.


Aksi ini juga diisi dengan pembacaan puisi dari Denpasastra oleh Pranita Dewi dengan judul "Kabar dari Laut". Kemudian, dilanjutkan puisi dari Moch Satrio Welang dengan judul "Anak Yang Memeluk Matahari". Sebanyak 50 lebih jurnalis lintas organisasi profesi dan media turut berpartisipasi dalam aksi ini.


Lima wartawan tersebut adalah Muhammad Bagus Khoirunnas sebagai fotografer Antara Biro Banten, Arie Basuki sebagai fotografer Merdeka.com, Yudistiro Pranoto sebagai fotografer iNews.id, Firdaus Wajidi sebagai videografer Anadolu Agency, dan Donal Husni sebagai wartawan visual lepas.


Empat dari lima wartawan visual tersebut merupakan anggota PFI dari Jakarta dan Tangerang. Sedangkan, tiga awak kapal yang bersama mereka adalah Warta sebagai nahkoda, Surakman sebagai ABK, dan Heritanto sebagai pemandu. Istimewa 


Foto-foto: Anggara Mahendra - PFI Denpasar

Read more ...

Arus Lalu Lintas Melambat di Lodtunduh, Rambu Konstruksi Jadi Petunjuk

 

Wargarakyat.com Viral

Lodtunduh, Gianyar — Kemacetan lalu lintas terpantau di kawasan Lodtunduh, Ubud, Gianyar Regency, Bali, Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 14.28 WITA. Kondisi itu terekam dalam sebuah foto yang memperlihatkan tiga pengendara sepeda motor melintas di bawah kanopi pohon besar di sepanjang jalan beraspal. Antrean kendaraan di lokasi dilaporkan melambat, seiring munculnya rambu peringatan konstruksi berwarna kuning di sisi kiri jalan.


Penyebab kemacetan diduga berkaitan dengan pekerjaan perbaikan dan pengaspalan jalan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait maupun kontraktor proyek mengenai jadwal dan ruang lingkup pekerjaan tersebut. Rambu yang terpasang sebagian tertutup di balik kendaraan di depannya, sehingga pengendara yang datang dari arah berlawanan berpotensi kurang mengantisipasi adanya penyempitan lajur.


Meski demikian, arus kendaraan tetap bergerak dan tidak dilaporkan terjadi penghentian total. Dua sepeda motor dalam foto tersebut tampak tetap melaju dengan pengendaranya mengenakan helm. Pengguna jalan diimbau berhati-hati dan memperhitungkan waktu tempuh, khususnya pada jam-jam sibuk di kawasan wisata Ubud yang lalu lintasnya padat. Istimewa 

Read more ...

Hotspot Turun di Empat Provinsi Prioritas, Pengendalian dan OMC Terus Diperkuat

 

Wargarakyat.com Viral

SIARAN PERS

Nomor: SP.508/HKLN/09/2026


Jakarta, 9 September 2026 - Empat dari enam provinsi prioritas pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menunjukkan penurunan hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) pada 8 September 2026. Penurunan terpantau di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Riau, dan Jambi. Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan tetap memperkuat operasi pengendalian melalui pemadaman darat dan udara, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang pada 8 September mendukung terjadinya hujan di sebagian wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.


Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, pada Selasa, 8 September 2026 pukul 21.10 WIB, secara nasional terdeteksi 397 hotspot high confidence, meningkat tipis sebanyak 11 titik dibandingkan 386 hotspot pada 7 September 2026. Pada enam provinsi prioritas, perkembangan hotspot high confidence tercatat sebagai berikut:

• Sumatera Selatan: 76 titik;

• Kalimantan Tengah: 63 titik;

• Kalimantan Barat: 12 titik;

• Riau: 8 titik;

• Kalimantan Selatan: 6 titik; dan

• Jambi: 3 titik.


Data tersebut menunjukkan empat dari enam provinsi prioritas mengalami penurunan hotspot, dengan penurunan paling terlihat di Kalimantan Barat dari 31 menjadi 12 titik. Sumatera Selatan juga menurun dari 88 menjadi 76 titik, meskipun masih mencatat jumlah hotspot high confidence tertinggi di antara enam provinsi prioritas sehingga tetap menjadi salah satu fokus pengendalian.


Sementara itu, peningkatan terpantau di Kalimantan Tengah dari 46 menjadi 63 titik dan Kalimantan Selatan dari 4 menjadi 6 titik. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam penentuan prioritas patroli, groundcheck, serta pengerahan operasi darat dan udara.


Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak serta-merta menunjukkan satu kejadian kebakaran. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot. Karena itu, setiap indikasi tetap diverifikasi melalui groundcheck dan pemantauan kondisi aktual di lapangan.


Upaya pengendalian karhutla melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dilakukan Kementerian Kehutanan sebagai bagian dari penguatan operasi darat dan udara. Pelaksanaan OMC pada 8 September 2026 mendukung terjadinya hujan di sebagian wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.


Hujan tersebut membantu proses pembasahan lahan dan mendukung pengendalian kebakaran di lapangan. Di Kalimantan Barat, hotspot high confidence pada pemantauan terakhir turun dari 31 menjadi 12 titik. Sementara di Kalimantan Tengah, hotspot meningkat dari 46 menjadi 63 titik sehingga operasi dan kewaspadaan tetap diperkuat meskipun hujan telah turun di sebagian wilayah.


Perkembangan tersebut menunjukkan kondisi karhutla masih dinamis. Hujan membantu meningkatkan kelembapan dan pembasahan lahan, namun pada lokasi yang masih memiliki api aktif maupun bara bawah permukaan, terutama di lahan gambut, pemadaman, pembasahan, dan pendinginan tetap dilanjutkan untuk mencegah api kembali menyala.


Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan para pihak terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, mopping up, pendinginan, serta pemantauan lokasi yang berpotensi mengalami penyalaan kembali.


Selain operasi darat, sebanyak 53 unit armada udara disiagakan untuk mendukung pengendalian karhutla di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Dari jumlah tersebut:

• 19 armada digunakan untuk patroli udara dan mendukung Operasi Modifikasi Cuaca; dan

• 34 armada digunakan untuk operasi water bombing.


Pengerahan armada dilakukan berdasarkan perkembangan situasi, kondisi meteorologis, dan kebutuhan lapangan. Operasi udara diarahkan untuk mempercepat penanganan, menekan penjalaran api, dan mendukung operasi petugas di darat.


Selain perkembangan hotspot dan kondisi kebakaran, pemerintah terus memantau kualitas udara berbasis PM2,5. Kondisi kualitas udara masih bervariasi. Sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat, bahkan terdapat area di Kalimantan dengan kategori berbahaya, sementara sebagian besar wilayah Indonesia lainnya berada pada kategori baik hingga sedang.


Pengamatan meteorologi penerbangan BMKG pada 8 September 2026 siang menunjukkan asap masih memengaruhi jarak pandang di sejumlah wilayah prioritas:

• Pontianak: sekitar 3 kilometer, berasap;

• Palangka Raya: sekitar 5 kilometer, berasap;

• Palembang: sekitar 5 kilometer, berasap;

• Pekanbaru: sekitar 4 kilometer, berasap;

• Jambi: sekitar 3 kilometer, berasap; dan

• Banjarmasin: sekitar 8 kilometer, berawan.


Pemantauan tersebut menunjukkan bahwa meskipun hotspot menurun di sejumlah provinsi, dampak asap masih perlu diwaspadai. Hujan hasil OMC di sebagian Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah diharapkan membantu proses pembasahan dan perbaikan kondisi secara bertahap, namun kualitas udara dan jarak pandang tetap terus dipantau.


Jarak pandang dan kualitas udara dapat berubah mengikuti aktivitas kebakaran, konsentrasi asap, arah dan kecepatan angin, kelembapan, curah hujan, serta dinamika atmosfer. Karena itu, hotspot, kondisi api di lapangan, kualitas udara, cuaca, curah hujan, sebaran asap, dan jarak pandang terus dipantau secara terpadu sebagai dasar menentukan prioritas operasi.


Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat di wilayah terdampak asap juga diminta mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara, cuaca, dan jarak pandang serta menyesuaikan aktivitas apabila kondisi lingkungan memburuk.


Masyarakat yang menemukan asap, titik api, atau indikasi kebakaran diminta segera melapor agar dapat ditindaklanjuti petugas melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan pada nomor 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email posko.karhutla@kehutanan.go.id.

Penanggung jawab berita:

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri

Ristianto Pribadi


Website: www.kehutanan.go.id

YouTube: Kementerian Kehutanan

Facebook: Kem

enterian Kehutanan

Instagram: @kemenhut

X: @kemenhut_ri


Read more ...

Indonesia-AS Perluas Kerja Sama Digital, Meutya Hafid: Kedaulatan dan Perlindungan Masyarakat Jadi Prioritas

 

Wargarakyat.com Viral



Menkomdigi Meutya Hafid didampingi Sekjen Ismail dan Dirjen Ekosistem Digital Edwin Hidayat melakukan pertemuan dengan Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar AS untuk Indonesia Joy M. Sakurai di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (08/09/2026). Foto: Anhar/Komdigi



Indonesia membuka ruang lebih luas bagi kerja sama teknologi dengan Amerika Serikat, mulai dari pengembangan kecerdasan artifisial (AI) hingga pelindungan anak di ruang digital.


Pemerintah memastikan penerapan teknologi dan kerja sama dengan industri global tetap mengikuti kepentingan nasional serta memberikan manfaat dan perlindungan bagi masyarakat.


Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan keterbukaan Indonesia terhadap teknologi global harus berjalan bersama dengan kepastian aturan dan tanggung jawab terhadap masyarakat.


“Teknologi harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kerja sama dan penerapannya harus tetap berada dalam kerangka kepentingan nasional, termasuk memastikan masyarakat mendapatkan ruang digital yang aman,” ujar Meutya dalam pertemuan dengan Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joy Sakurai di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (08/09/2026).


Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Amerika Serikat membahas sejumlah agenda digital, termasuk pengembangan AI serta kebijakan pelindungan anak di ruang digital.


Di bidang AI, Meutya menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan kerangka tata kelola yang mengatur pengembangan dan pemanfaatan AI berdasarkan tingkat risiko. Pemerintah ingin inovasi tetap berkembang, tetapi masyarakat memiliki kepastian mengenai keamanan dan penggunaan teknologi tersebut.


“Peta jalan AI disusun untuk melengkapi tingkat adopsi kecerdasan artifisial yang sangat tinggi di Indonesia, terutama di kalangan generasi muda. Kami menghadirkan regulasi berbasis risiko bukan untuk menghambat inovasi, melainkan membangun rasa aman dan kepercayaan publik terhadap teknologi,” tegas Meutya.


Pemerintah juga menyiapkan kerangka Responsible AI dengan klasifikasi berdasarkan tingkat risiko, mulai dari risiko yang tidak dapat ditoleransi, risiko tinggi, hingga risiko rendah. Penerapannya akan disesuaikan dengan karakteristik setiap sektor melalui regulasi sektoral.


Selain pengembangan AI, Indonesia dan Amerika Serikat membahas pelindungan anak di ruang digital. Pemerintah menerapkan pendekatan berbasis risiko dan usia, bukan pemblokiran total terhadap akses anak ke ruang digital.


Meutya mengatakan pemerintah membatasi kepemilikan akun mandiri berdasarkan tingkat risiko platform. Platform berisiko tinggi ditujukan untuk pengguna berusia 16 tahun ke atas, sedangkan platform dengan risiko lebih rendah memiliki batas usia 13 tahun.


“Kami membatasi akses mandiri hingga usia 16 tahun untuk platform digital berisiko tinggi dan usia 13 tahun untuk risiko rendah. Kami mendorong perusahaan teknologi besar mengubah desain produk mereka agar ramah anak, membatasi durasi layar, serta menutup akses obrolan dengan orang asing tanpa persetujuan orang tua,” tambah Meutya.


Pihak Amerika Serikat menyambut langkah Indonesia dalam tata kelola digital dan menawarkan kerja sama melalui AI Export Center di San Francisco, dukungan tenaga ahli, serta asistensi implementasi AI bagi instansi pemerintah.


Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia memastikan keterbukaan terhadap perkembangan teknologi tetap berjalan bersama kepastian regulasi, perlindungan infrastruktur strategis, dan perlindungan masyarakat.


Bagi pemerintah, kedaulatan digital tidak berarti menutup diri dari teknologi global. Kedaulatan diwujudkan dengan memastikan Indonesia tetap memiliki kendali atas aturan, penerapan teknologi, perlindungan infrastruktur, dan kepentingan masyarakat yang menjadi penerima manfaat utama transformasi digital.



Read more ...

HUT ke-14 IWO Nasional dan 1 Tahun IWO Bali, Pers Online Teguhkan Peran Mengawal Pembangunan Indonesia

 


Wargarakyat.com Bali

DENPASAR – Ikatan Wartawan Online (IWO) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 yang dirangkaikan dengan peringatan HUT pertama IWO Provinsi Bali. Perayaan yang mengusung tema “Peran Pers Mengawal Pembangunan Bali” tersebut berlangsung di Aula Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Minggu (30/8/2026).


Momentum peringatan ini tidak hanya menjadi perayaan perjalanan organisasi, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi insan pers online mengenai posisi dan tanggung jawab media di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi serta dinamika pembangunan Bali.


Rangkaian kegiatan diisi dengan seremoni HUT, lomba karya jurnalistik tingkat kampus, dialog publik bertajuk “Meneropong Bali dari Sudut yang Berbeda”, hingga kegiatan sosial berupa penyerahan bantuan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu.


Acara tersebut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster yang juga menjabat Ketua Dewan Kehormatan IWO Bali, Direktur PT Jamkrida Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana, Kasatpol PP Provinsi Bali, Ketua Bawaslu Provinsi Bali, perwakilan BNN Provinsi Bali, Ketua KPU Provinsi Bali, serta unsur organisasi perusahaan pers seperti JMSI dan SMSI. Turut hadir jajaran pengurus dan anggota IWO Bali serta sejumlah undangan lainnya.


Ketua Panitia HUT IWO Bali, I Wayan Agus Pebriana, mengatakan peringatan HUT ke-14 IWO secara nasional dan satu tahun perjalanan IWO Bali menjadi momentum penting untuk melakukan konsolidasi dan memperkuat arah organisasi.


Menurutnya, bertambahnya usia organisasi tidak sekadar dimaknai sebagai perjalanan waktu, melainkan kesempatan untuk melakukan reposisi gerakan serta memperkuat praktik jurnalistik yang profesional, bersih dan bertanggung jawab.


“Momentum ulang tahun ini tidak hanya kami maknai sebagai pertambahan usia. Kami juga memaknainya sebagai momentum untuk melakukan konsolidasi organisasi, reposisi gerakan, termasuk memastikan proses pers dijalankan dengan benar dan bersih,” ujarnya.


Ia mengatakan tema “Peran Pers Mengawal Pembangunan Bali” dipilih karena pembangunan tidak hanya berkaitan dengan kebijakan pemerintah dan penggunaan anggaran.


Menurutnya, proses pembangunan juga membutuhkan penyebaran informasi yang benar kepada masyarakat. Karena itu, pers memiliki posisi strategis untuk memastikan informasi disampaikan secara berimbang, objektif, bertanggung jawab dan berpihak pada kepentingan publik.


Untuk mengimplementasikan tema tersebut, IWO Bali menggelar sejumlah kegiatan. Salah satunya lomba karya jurnalistik tingkat kampus yang bertujuan membuka ruang regenerasi bagi mahasiswa serta mencari potensi calon insan pers masa depan.


“Kami sengaja mengadakan lomba karya jurnalistik tingkat kampus sebagai bagian dari proses regenerasi. Kami ingin mencari potensi mahasiswa yang nantinya tertarik dan ingin berkecimpung dalam ekosistem pers,” katanya.


Selain itu, IWO Bali juga menggelar dialog publik dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan perspektif dan masukan konstruktif mengenai berbagai persoalan serta arah pembangunan Bali.


Rangkaian HUT juga diisi kegiatan sosial dengan memberikan bantuan kepada 15 anak yang membutuhkan dukungan. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial IWO Bali dalam memperingati hari jadinya.


Pebriana mengatakan seluruh kegiatan dapat terlaksana melalui semangat gotong royong dan dukungan berbagai pihak, mulai dari instansi, perusahaan hingga dukungan personal.


Ia juga menyampaikan bahwa hasil penggalangan dana kegiatan menyisakan surplus yang direncanakan untuk meningkatkan kapasitas anggota IWO Bali serta mendukung kebutuhan organisasi ke depan.


Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah keberadaan sekretariat sebagai tempat berkumpul dan menjalankan aktivitas organisasi.


Sementara itu, Ketua IWO Bali Tri Widiyanti mengatakan perjalanan satu tahun IWO Bali menjadi awal bagi organisasi untuk terus bertumbuh dan memperkuat peran media online di Pulau Dewata.


Ia mengatakan, dalam perayaan HUT tersebut IWO Bali telah menyelenggarakan lomba karya jurnalistik dan memberikan penghargaan kepada lima karya terbaik.


Selain itu, dialog publik bertajuk “Meneropong Bali dari Sudut yang Berbeda” diharapkan dapat menjadi ruang untuk melihat berbagai persoalan Bali dengan perspektif yang lebih luas.


Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi Bali saat ini yang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan lingkungan, sampah, pembangunan hingga masa depan sektor pariwisata dan perekonomian.


IWO Bali, kata Tri Widiyanti, secara konsisten menempatkan kepentingan publik sebagai pijakan utama dalam menjalankan kerja jurnalistik.


“Apapun persoalannya, kami berusaha berpihak kepada kepentingan publik dan masyarakat. Segala masukan maupun pendapat masyarakat penting untuk menjadi perhatian,” katanya.


Ia menegaskan, peran pers tidak hanya sebatas melaporkan peristiwa yang terjadi pada hari ini. Media juga harus mampu melihat dan mengkritisi arah pembangunan, serta mempertanyakan masa depan Bali.


“Pers bukan hanya meliput apa yang terjadi saat ini, tetapi juga melihat bagaimana Bali ini akan dibawa ke depan,” ujarnya.


Menurut Tri Widiyanti, pemberitaan terhadap berbagai persoalan yang muncul di Bali, termasuk fenomena yang menjadi perhatian publik di sektor pariwisata, tidak seharusnya selalu dimaknai sebagai upaya menjatuhkan citra Bali.


Justru, kritik dan informasi yang disampaikan secara objektif harus dipahami sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran publik dan mendorong perbaikan.


“Yang kami sampaikan kepada publik bukan semata-mata untuk merusak citra pariwisata Bali. Kami ingin memberikan informasi yang jelas dan membangun pemahaman tentang apa yang harus diperbaiki agar Bali bisa melangkah lebih baik,” katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan perkembangan media online merupakan konsekuensi dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat.


Menurut Koster, media online kini memiliki posisi strategis karena mampu menyampaikan informasi secara cepat hingga menjangkau masyarakat secara luas.


Ia menilai kehadiran organisasi wartawan online menjadi bagian dari perkembangan ekosistem informasi yang harus dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan bangsa, negara dan daerah.


“Saya sangat memahami keberadaan Ikatan Wartawan Online sebagai respons terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang sangat cepat. Dulu kita mengenal media konvensional, sekarang media online berkembang sangat pesat,” ujarnya.


Koster mengatakan media memiliki peran penting sebagai wahana interaksi antara pemerintah, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.


Karena itu, menurutnya, pers harus tetap menjunjung tinggi etika jurnalistik, objektivitas, keberimbangan serta keberanian dalam menyampaikan fakta.


Media, kata Koster, harus mampu menjalankan fungsi kontrol sosial secara natural tanpa harus menjadi bagian dari perangkat pemerintah.


Ia menegaskan IWO tidak perlu kehilangan independensi hanya karena dirinya menjadi Ketua Dewan Kehormatan organisasi tersebut.


“Tidak berarti IWO harus menjadi seperti perangkat daerah pemerintah provinsi. Tidak perlu seperti itu. Natural saja. Bekerja menurut sistem yang dimiliki. Apa yang terjadi, sampaikan. Harus berani mengatakan apa adanya,” tegasnya.


Koster juga meminta media untuk tidak hanya menyampaikan persoalan negatif, tetapi juga memberikan ruang terhadap berbagai capaian dan perkembangan positif yang terjadi di masyarakat.


Menurutnya, keberimbangan informasi penting sebagai bagian dari pencerdasan publik.


Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng itu bahkan mengakui bahwa dirinya banyak memperoleh informasi mengenai berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat melalui pemberitaan media online.


Kecepatan penyampaian informasi menjadi salah satu keunggulan media digital dibandingkan media konvensional.


“Saya banyak mengetahui perkembangan di masyarakat justru dari media. Terutama media online karena cepat. Saya bisa cepat tahu apa yang terjadi di berbagai daerah di Bali,” katanya.


Koster mengungkapkan, berbagai informasi yang diperoleh dari pemberitaan media kerap langsung ditindaklanjuti dengan menghubungi perangkat daerah maupun kepala daerah terkait.


Ia bahkan secara terbuka mengkritik pola birokrasi yang menurutnya masih belum sepenuhnya mampu beradaptasi dengan kebutuhan respons cepat di era digital.


“Dunia sekarang sudah berubah. Cara berkomunikasi berubah. Cara melapor kepada pimpinan juga harus berubah. Masyarakat sekarang dengan media ingin mendapatkan respons yang cepat,” ujarnya.


Menurut Koster, birokrasi tidak boleh lagi hanya mengandalkan mekanisme pelaporan yang panjang ketika menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan segera.


Dalam konteks inilah, media memiliki peran penting sebagai salah satu sumber informasi cepat bagi pemerintah untuk mengetahui persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.


Lebih jauh, Koster berharap IWO Bali dapat mengambil peran dalam mengawal arah pembangunan Bali yang telah dituangkan dalam Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun 2025–2125.


Menurutnya, masyarakat perlu memahami secara bersama-sama arah Bali ke depan agar pembangunan tidak hanya dipahami dalam konteks kepentingan jangka pendek.


Ia mengatakan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun menjadi pedoman dalam merancang masa depan Pulau Dewata dengan memperhatikan seluruh aspek kehidupan dan keberlanjutan alam.


“Bali ini harus dipikirkan bukan hanya untuk hidup hari ini, tetapi juga untuk kehidupan ke depan. Postur, kualitas dan daya saing Bali ke depan harus dipikirkan sejak sekarang,” katanya.


Salah satu persoalan strategis yang menjadi perhatian Koster adalah ketahanan energi Bali.


Dalam arah pembangunan ke depan, Koster menegaskan Bali harus mampu memperkuat kemandirian energi sekaligus mendorong penggunaan energi bersih.


Menurutnya, kebutuhan listrik Bali terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, ekonomi, pariwisata dan aktivitas masyarakat.


Ia mengingatkan bahwa ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar Bali memiliki risiko yang harus diperhitungkan secara serius.


Koster menyebut Bali saat ini masih mendapatkan sebagian pasokan listrik melalui sistem kabel bawah laut Jawa-Bali.


Ketergantungan tersebut, menurutnya, memiliki sejumlah risiko, mulai dari gangguan alam hingga persoalan teknis yang dapat menyebabkan terganggunya pasokan listrik.


“Bali harus mandiri energi dan menggunakan energi bersih. Mandiri bukan berarti harus seratus persen, tetapi kebutuhan Bali harus bisa dipenuhi oleh pembangkit yang ada di Bali,” tegasnya.


Ia menilai ketahanan energi telah menjadi kebutuhan mendasar bagi kehidupan masyarakat modern.


Hampir seluruh aktivitas masyarakat saat ini bergantung pada listrik, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga aktivitas ekonomi dan industri pariwisata.


Karena itu, gangguan pasokan listrik dapat memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat maupun citra Bali sebagai destinasi pariwisata dunia.


Koster mengatakan kebijakan pembangunan energi Bali harus diarahkan pada sistem yang aman dengan tingkat risiko serendah mungkin.


Selain kemandirian, penggunaan energi bersih juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan Bali.


Menurutnya, pembangunan Bali harus selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal yang menempatkan alam sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia.


“Alam Bali harus bersih. Ini bukan hanya perintah pemimpin atau aturan, tetapi juga nilai dan kearifan yang diwariskan oleh leluhur Bali,” katanya.


Perayaan HUT ke-14 IWO dan satu tahun IWO Bali pun menjadi lebih dari sekadar seremoni organisasi.


Di tengah perubahan lanskap media yang semakin cepat, IWO Bali diharapkan mampu memperkuat profesionalisme, menjaga independensi dan tetap menjadi ruang penyampai informasi publik.


Dengan tema “Peran Pers Mengawal Pembangunan Bali”, insan pers diharapkan tidak hanya menjadi pencatat perjalanan pembangunan, tetapi juga menjadi mata dan telinga masyarakat dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai kepentingan publik.


Melalui pemberitaan yang kritis, objektif, berimbang dan bertanggung jawab, pers memiliki peran strategis dalam menghubungk

an masyarakat dengan pemerintah sekaligus mengawal arah Bali menuju masa depan yang lebih berkualitas, berdaya saing dan berkelanjutan.

Read more ...

Ketua Swarawita Apresiasi Aksi Sosial C3Reach North Kuta di Renon

 

Wargarakyat.com Bali

DENPASAR – Ketua media @swarawita mengapresiasi komunitas @c3reachnorthkuta yang telah menggelar aksi sosial berupa pembagian makanan dan minuman gratis bagi masyarakat yang membutuhkan. Aksi bakti sosial tersebut berlangsung di Lapangan Renon, Denpasar, Bali, pada Sabtu (29/8/2026), pukul 11.00 WITA.

Penerima manfaat dari kegiatan ini meliputi tukang sapu jalanan, pedagang, dan warga lainnya yang membutuhkan. Ketua media @swarawita menilai kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial yang patut diteladani. Menurutnya, aksi berbagi seperti ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.

Pihak @swarawita berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menginspirasi komunitas lain untuk berbuat kebaikan. Apa yang dilakukan @c3reachnorthkuta dinilai memberi manfaat nyata bagi sesama dan memperkuat rasa kebersamaan di masyarakat. Ke depan, sinergi antara media, komunitas, dan masyarakat diharapkan semakin erat demi kesejahteraan bersama. Istimewa 

Read more ...

Film "Ayah, aku mau cerita..." Hadirkan Penyampaian Emosional yang Otentik

 

Wargarakyat.com Bali

Sebuah film berjudul "Ayah, aku mau cerita..." resmi diluncurkan dan telah menarik perhatian penonton sejak penayangan perdananya. Film yang digarap oleh sutradara Danial Rifki ini mengusung tema kekeluargaan yang hangat dan menyentuh, sebagaimana tergambar dari judulnya yang menggambarkan sebuah percakapan antara seorang anak dan ayahnya. Film ini dirancang untuk menyampaikan pesan emosional secara ringkas namun bermakna.



Secara visual, film ini menghadirkan suasana yang sangat khas dan nostalgia. Latar belakang berupa kertas cokelat yang kusut dan bertekstur memberikan kesan tua dan rustic, seolah membawa penonton kembali ke masa lalu yang penuh kenangan. Pemilihan tipografi tulisan tangan yang besar dengan tinta hitam pada judul semakin memperkuat nuansa personal dan otentik dari karya ini, seolah sang sutradara ingin menyampaikan ceritanya secara langsung dari hati ke hati kepada setiap penontonnya.


Kehadiran "Ayah, aku mau cerita..." menambah daftar karya film lokal yang semakin kaya dan beragam. Di tengah tren industri perfilman yang kerap menonjolkan kemewahan visual, Rifki justru memilih pendekatan sederhana namun mendalam berfokus pada kekuatan narasi dan keintiman emosi. Film ini menjadi bukti bahwa sebuah kisah yang tulus dan dibungkus dengan presentasi artistik yang unik mampu menyentuh banyak orang, sekaligus menjadi penanda bahwa sinema pendek Indonesia terus bertumbuh dan berkarya. Istimewa 

Read more ...

Mobil Masuk Jurang di Jalur Tengkorak Tigawasa, Korban Selamat

 


Wargarakyat.com Bali

Telah terjadi kecelakaan tunggal di Desa Tigawasa pada Minggu, 23 Agustus 2026. Sebuah mobil masuk ke dalam jurang akibat pengemudi mengikuti petunjuk aplikasi Google Maps yang kurang akurat. Beruntung, peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 12.00 WITA ini tidak menelan korban jiwa, meskipun kendaraan mengalami kerusakan cukup parah akibat jatuh ke kedalaman jurang.

Insiden tersebut terjadi tepatnya di Jalur Tengkorak, Desa Tigawasa, yang dikenal memiliki medan menanjak dan berkelok dengan tepian curam. Diduga pengemudi tersesat setelah aplikasi navigasi mengarahkan kendaraan menuju jalan yang tidak semestinya dilalui. Hingga kini kronologi pasti kecelakaan masih belum dapat dipastikan dan masih dalam pendalaman berbagai pihak.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pengguna aplikasi navigasi agar selalu berhati-hati dan menyilangkan data petunjuk digital dengan kondisi jalan di lapangan, terutama di daerah pegunungan. Informasi ini bersumber dari Jurnaliswarga MangPuja. Masyarakat diimbau untuk waspada saat melintasi jalur yang minim penerangan maupun rambu agar tidak terjadi hal serupa di kemudian hari. Istimewa 

Read more ...

Pray For Flores: Solidaritas Jurnalis Bali Sukses Galang Dana di Pusat Kota Denpasar

 


Wargarakyat.com, Bali---Solidaritas Jurnalis Bali (SJB) kembali menjalankan misi kemanusiaan berupa penggalangan dana untuk korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (23/8/2026) pagi. 


Penggalangan dana kali ini berlangsung ini di kawasan Car Free Day (CFD) Renon, Denpasar, dengan melibatkan musisi Regae asal Bali, Anak Agung Junni Antara atau bisa dipanggil Joni Agung.


Sebelumnya, Sabtu (22/8/26) Solidaritas Jurnalis Bali (SJB) telah melakukan hal serupa di, Jalan. Dewi Sri–Nakula, Kuta, Badung, Bali, dan berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp. 5.780.000.


Dalam aksi ini, para jurnalis berkeliling membawa kotak sumbangan bertuliskan "Pray For Flores". Warga yang sedang berolahraga, memiliki hajatan, hingga penyandang disabilitas turut antusias berdonasi.


Tampak, suasana aksi penggalangan dana ini semakin meriah ketika Joni Agung menyanyikan lagu-lagu hitsnya seperti "Ngalih Liang", "Iri Ci", dan "Berdanska". Tidak hanya bernyanyi seorang diri, ia juga mengajak masyarakat yang hadir untuk bernyanyi bersama atau berkaraoke demi meramaikan kegiatan amal tersebut.


Koordinator Aksi Solidaritas Jurnalis Bali untuk Gempa Flores, Marsellus N. Pampur, dalam kesempatan ini mengatakan aksi penggalangan dana di CFD hari ini berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp . 3.112.000.


“Terima kasih sebesar-besarnya kepada teman-teman yang sudah mau bersusah payah terlibat dalam aksi sosial ini. Tetap kompak,” ujar Marsellus.


Menurutnya, aksi tersebut tidak hanya mendapat dukungan dari kalangan jurnalis. Masyarakat yang

berolahraga di kawasan CFD ini juga menunjukkan kepedulian dengan memberikan donasi.


Ia menyatakan, donasi hari ke dua ini menyasar masyarakat yang sedang menikmati waktu akhir pekan di kawasan Car Free Day (CFD). 


“Ternyata masyarakat Bali memiliki kepedulian yang besar terhadap peristiwa itu. Buktinya kepedulian itu datang dari berbagai lapisan masyarakat," katanya.


Hal tersebut, kata Dia, tampak masyarakat yang sedang berolahraga terlihat memberikan uang secara sukarela. Marsellus, berharap donasi yang terkumpul dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Flores yang terdampak bencana gempa.


“Kami berharap donasi yang diberikan masyarakat Bali bisa meringankan beban yang dialami oleh masyarakat di Flores, NTT,” tandasnya. 


Sementara itu, musisi asal Sanur Joni Agung menyampaikan dukungannya terhadap gerakan sosial untuk membantu warga NTT yang tertimpa musibah. Harapannya, warga di sana bisa berangsur-angsur melepas trauma pascabencana.


"Jadi semua teman-teman di Bali juga sudah bergerak bersama-sama juga datang," ucap musisi asal Sanur ini.


Menanggapi maraknya bencana alam di Indonesia saat ini, seperti gempa hingga kebakaran hutan, Joni berpesan agar manusia tidak sengaja melakukan pembakaran atau merusak alam. 


"Jadi kita enggak usah menduga-duga kalau bencana alam, karena itu kan alam ya. Jadi semua akan pernah terjadi. Kalau di Bali kan Tsunami kecil, perlina semua terjadi, kerusakan. Yang penting kita semua menyadari kita bekerja sama, sama-sama saling membantu, itu yang paling penting," imbuh Joni Agung.


Joni Agung juga mengajak masyarakat untuk tidak memandang perbedaan, sebab para korban musibah adalah saudara satu tanah air.


 "Ya, kita sering mengedukasi, kita kan di Indonesia ini kita sudah ada semuanya, jadi timur, utara, semua sama. Jadi kalau teman-teman saudara kita ada musibah, kita saling ya bahu-membahu membantu semua," pesan Joni.


Sebagai seorang musisi, Joni dikenal aktif terlibat dalam berbagai aksi kemanusiaan dan bersedia tampil tanpa bayaran. Selain sibuk berkarya, ia juga memiliki yayasan bernama Temanmu Peduli Bangsa.


 "Teman-teman juga sekarang lagi ada tergabung monitoring mangrove juga untuk alam. Juga kita juga sudah buka donasi untuk bencana-bencana. Jadi semuanya kerja saling kolaborasi lah kita," tutupnya. Istimewa 

Read more ...
Copyright (C) 2026 WARGARAKYAT.COM All Right Reserved Published | Templates